Tampilkan postingan dengan label BAB I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAB I. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2016

Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan

Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan

Bagi temen-temen yang lagi sibuk ngurusin skripsi khususnya jurusan teknik informatika, penulis bermaksud untuk membantu, barangkali di antara judul di bawah ini ada yang cocok dengan judul yang anda garap.

Berikut Judul yang mungkin bermanfaat bagi anda, dan siap di pesan melalui E-Mail:

Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan
Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan I

Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan
Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan II

Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan
Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan III

Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan
Download Judul Skripsi Teknik Informatika Siap Bimbingan IV


Dari Beberapa Judul diatas dapat anda pesan satu atau semuanya (borongan), soal harga urusan kedua.

Untuk Pemesanan Skripsi Lengkap Dari Halaman Sampul, Daftar Isi, BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV, BAB V, Dan Daftar Pustaka Serta Program Aplikasinya, ada dapat menghubungi penulis di:
Facebook : Mesa Bkl
E-Mail     : mesakomputer@gmail.com
HP           : 0853-6789-7220

Cara Pembelian:
  • Hubungi No HP 0853-6789-7220
  • Transper Jumlah Nominal ke Rekening 
BRI UNIT TEDUNAN Atas nama AKSA 5696-01-005889-53-0
    • Kirim Bukti Transper ke E-Mail: mesakomputer@gmail.com
    • Hubungi lagi No HP 0853-6789-7220 untuk konfirmasi telah melakukan Transper
    Selanjutnya Penulis akan mengirim file lengkap skripsi yang anda inginkan ke E-Mail anda.
    Konfirmasi lagi setelah file skripsi telah masuk ke E-Mail anda

    Terima Kasih

    Selasa, 05 April 2016

    Full Skripsi Teknik Informatika Sistem Pakar Tingkat Kemiskinan Forward Chaining

    Sistem Pakar Untuk Menentukan Tingkat Kemiskinan Dalam Masyarakat Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Desa Pering Baru Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma)

    Oleh:
    Alias Syukurjo Ependi 1)
    Sastia H. Wibowo, M. Kom 2)
    Rozali Toyib, M. Kom 3)

    Pelaksanaannya banyak salah sasaran bahkan kekurangan data dan Kriteria orang yang dikatakan miskin, bahkan banyak bantuan diterima oleh orang yang tidak layak menerimanya. Untuk menghindari terjadinya salah sasaran dalam penyaluran bantuan untuk orang miskin, Untuk memudahkan dalam penentuan kategori orang/masyarakat miskin. Dari 8 responden yang melakukan pengujian terhadap aplikasi sistem pakar ini, 60% menyatakan baik, 37% menyatakan cukup, dan 25% menyatakan kurang baik. Kelebihan sistem pakar ini dapat menghemat waktu, proses penentuan yang lebih objektif dan lebih efisien dalam pekerjaan, kebenarannya tidak bernilai 100% benar dan tidak mempertimbangkan secara rasional dalam keputusannya.

    Kata Kunci: Sistem Pakar, Tingkat Kemiskinan, Forward Chaining


    Full Skripsi Teknik Informatika Sistem Pakar Tingkat Kemiskinan Forward Chaining
    Full Skripsi Teknik Informatika Sistem Pakar Tingkat Kemiskinan Forward Chaining

    SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KEMISKINAN DALAM MASYARAKAT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING (STUDI KASUS DESA PERING BARU KECAMATAN 
    TALO KECIL KABUPATEN SELUMA)

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan stabilitas politik yang tidak menentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi melemah, meningkatnya jumlah penganguran, dan melemahnya tingkat pendidikan, serta lambatnya pembangunan daerah, permasalahan kemiskinan adalah salah satu target penting bagi pembangunan di Indonesia, karena angka kemiskinan dapat bertambah dengan adanya krisis ekonomi akibat naiknya angka pengangguran. Untuk mengurangi dampak krisis ekonomi ini, banyak skali program pemerintah untuk iitu seperti raskin, BLT, BPJS dan lain yang disalurkan buat Kecamatan, Kelurahan dan Desa, didalam pelaksanaannya banyak salah sasaran bahkan kekurangan data dan Kriteria orang yang dikatakan miskin, bahkan banyak bantuan diterima oleh orang yang tidak layak menerimanya.
    Permasalahannya dalam menentukan kriteria yang berhak menerimah bantuan dari pemerintah tidak jelas, dikarenakan belum adanya aplikasi yang dapat membantu untuk menentukan orang yang dikatakan miskin yang selama ini hanya berdasarkan data yang tidak jelas kebenaranya, hanya berdasarkan info dari orang-orang tertentu, hal ini dianggap kurang efektiif dan efisien waktu dan dapat menyebabkan kekeliruan pada saat penyaluran bantuan dari pemerintah.

    Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan Suryadi menyebutkan tingkat keberhasilan sistem dalam mendiagnosa penyakit pada sapi menggunakan metode forward chaining, sehingga perlu dibuat tolak ukur untuk mendiagnosa penyakit sapi dengan menggunakan metode forward chaining. Penelitian ini akan melakukan mendiagnosa penyakit pada sapi Menggunakan Metode Forward Chaining berdasarkan tingkat kepastian yang muncul pada gejala, pada kaidah diagnosa dan pada hasil diagnosa. Hasil diagnosa dari sistem ditunjukkan dengan tingkat kepastiannya disajikan bersamaan dengan saran penyelesaian berdasarkan hasil diagnosa dengan menggunakan metode forward chaining. (Suryadi, 2014; 64).
    Desa Pering Baru merupakan sala satu Desa yang berada di Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang terdiri dari lebih kurang 900 kepala keluarga dan di kepala desai oleh Bapak Raples dan Seketaris Desa Kayum. Desa Pering Baru memiliki aneka ragam pekerjaan, mulai dari guru, karyawan, pedagang, dan petani, dengan aneka ragam pekerjaan tersebut, maka pastinya beraneka ragam pula tingkat penghasilan masyarakat Desa Pering Baru. Desa Pering Baru terletak diantara desa Ujung Padang dengan PTPN 7, dan lebih kurang 15 KM dari permukaan laut. Lokasi Desa Pering Baru merupakan desa yang datar dan memiliki luas lebih kurang 10 HA. Berdasarkan hasil interview peneliti kepada bapak kepala desa Pering Baru, persentase pekerjaan masyarakan desa Pering Baru adalah pegawai ± 30 %, Pedagang ± 5 %, Petani ± 65 %.
    Berdasarkan hasil dan pemaparan di atas, penulis bermaksud ingin meneliti bagaimana menentukan tingkat kemiskinan dengan menggunakan metode forward chaining, dengan judul “Sistem Pakar Untuk Menentukan Tingkat Kemiskinan Dalam Masyarakat Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Desa Pering Baru Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma)”

    1.1. Rumusan Masalah

    Bagaimana membuat aplikasi system pakar yang memudahkan dalam penentuan orang/masyarakat yang termasuk kategori miskin dengan metode forward chaining?

    1.2. Batasan Masalah

    Agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan dan lebih terarah, maka pembahasan hanya dibatasi pada:
    1. Menggunakan metode pendekatan Fordward Chaining.
    2. Membuat aplikasi sistem pakar untuk menentukan tingkat kemiskinan. 

    1.5. Manfaat penelitian

    1. Bagi Penulis
    Sebagai tambahan ilmu pengetahuan di bidang Informasi serta menciptakan aplikasi baru yang nantinya dapat berguna bagi Perangkat Desa.
    2. Bagi Perangkat Desa
    Dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah untuk mengetahui tingkat kemiskinan dan dapat menyalurkan bantuan pemerintah kepada orang yang tepat.
    3. Bagi Pembaca
    Menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu komputer  dan menambah pengetahuan dalam mengembangkan sistem komputer sebagai alat bantu dalam ilmu pengetahuan, serta sebagai bahan bacaan untuk pembuatan laporan akhir selanjutnya.


      Untuk mendowload file lengkap dari skripsi ini SKRIPSI DARI BAB I SAMPAI KE BAB V DAN PROGRAM SKRIPSI, silakan klik link ini; DOWNLOAD

      Selasa, 29 Maret 2016

      Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi

      Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi Menggunakan Logika Fuzzy - Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan SapiContoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi Menggunakan Logika Fuzzy.

      Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi
      Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi


      SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SAPI MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY


      PROPOSAL SKRIPSI






      Disusun Oleh:


      AHMAD ZIKRI
      NPM:1060100008






      PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
      FAKULTAS TEKNIK
      UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
      2015




      BAB I
      PENDAHULUAN


      1.1. Latar Belakang

      Perkembangan teknologi informasi sekarang ini berjalan sangat cepat dan memegang peranan penting dalam berbagai hal. Kemampuan komputer dalam mengingat dan menyimpan informasi dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada hambatan-hambatan seperti yang dimiliki pada manusia, misalnya saja kondisi lapar, haus ataupun emosi. Dengan menyimpan informasi dan sehimpunan aturan penalaran yang memadai memungkinkan komputer memberikan kesimpulan atau mengambil keputusan yang kualitasnya sama dangan kemampuan seorang pakar bidang keilmuan tertentu.
      Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition dan psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya (performance) (Kusumadewi, 2003).
      Menurut Suryadi 2014, penyakit sapi terdiri dari beberapa macam penyakit yang diderita seperti penyakit Radang Limpa (Antrak), penyakit Brucellosis, penyakit Ngorok (Septichaemia Epizootica/SE), penyakit Radang Ambing, Tuberkulosis (TBC), penyakit Botulisme, penyakit Pink Eye, penyakit Johne’ Disaese, penyakit Salmonellosis, penyakit Radang Paha, penyakit Radang Kuku dan penyakit Vibriosis/Campylobacteriosis dan lain sebagainya, penyakit tersebut di sebabkan oleh berbagai penyebab seperti di sebabkan bakteri, jamur dan di sebabkan oleh virus dan lainnya.
      Logika fuzzy adalah metodologi sistem control pemecahan masalah, yang cocok untuk diimplementasikan pada sistem, mulai dari sistem yang sederhana, sistem kecil, embedded system, jaringan PC, multi-channel atau workstation berbasis akuisisi data, dan sistem kontrol (T. Sutojo, Edy Mulyanto, Vinchent, 2011: 211).
      Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin merancang sistem dengan judul “Sistem Pakar Penyakit Sapi Menggunakan Logika Fuzzy Tsukamoto”, yang nantinya dapat menentukan penyakit sapi sekaligus memberikan solusi berdasarkan gejala yang ada.

      1.2. Rumusan Masalah

      Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan logika fuzzy tsukamoto untuk membantu pengambilan keputusan pada diagnose penyakit sapi.

      1.3. Batasan Masalah

      Batasan masalah yang diambil secara umum dalam pembahasan ini adalah:
      1. Sesuai sampel data penyakit hewan sapi adalah masalah yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus.
      2. Metode yang di gunakan adalah metode Tsukamoto 

      1.4. Tujuan Penelitian

      Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan fuzzy tsukammoto.

      1.5 Manfaat Penelitian

      Manfaat penelitian ini adalah: sebagai alat bantu dalam menentukan tindakan pencegahan terhadap masalah yang menyerang hewan sapi menggunakan metode Tsukamoto.

      BAB II
      LANDASAN TEORI


      2.1. Penelitian Sebelumnya

      Deteksi dan penanganan dini pada penyakit sapi adalah hal penting untuk peningkatan produktivitas daging sapi. Ketergantungan akan keberadaan seorang dokter hewan sangatlah tinggi terutama bagi para peternak di desa. Namun, keberadaan seorang dokter hewan tidak selalu ada setiap saat atau susah ditemui terutama di daerah pedesaan. Maka, Pada tugas akhir sebelumnya mengenai pendeteksian dan penanganan dini pada penyakit sapi telah menghasilkan sebuah aplikasi berbasis desktop yang bertujuan untuk memudahkan para peternak sapi untuk  memanfaatkan keahlian seorang pakar dalam bentuk sebuah aplikasi (Wahyu Ardianto, dkk, 2012).
      Sampai saat ini sudah ada beberapa hasil perkembangan sistem pakar dalam berbagai bidang sesuai dengan kepakaran seseorang misalnya bidang pendidikan, kedokteran maupun bidang yang menyangkut penyakit khususnya sapi. Sapi merupakan salah satu ternak yang sering sakit yang beragam jenis penyakitnya, kiranya perlu adanya pembuatan sebuah “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi Menggunakan Menggunakan Visual Basic 6.0” dan memberikan bekal pengetahuan dan pembelajaran yang menyangkut penyakit yang di derita sapi dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran (Suryadi 2014)
      Penyakit merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan infeksi bibit penyakit, kelainan genetik, trauma (terbentur, tergores, dan lain-lain), terpapar  bahan kimia atau radiasi. Setiap penyakit mempunyai gejala, sebagai contoh pada penyakit radang limpa, mempunyai gejala demam, gelisah, lemah, paha gemetar, nafsu makan hilang dan sering roboh. Menurut Suryadi 2014, penyakit sapi terdiri dari beberapa macam penyakit yang diderita seperti penyakit Radang Limpa (Antrak), penyakit Brucellosis, penyakit Ngorok (Septichaemia Epizootica/SE), penyakit Radang Ambing, Tuberkulosis (TBC), penyakit Botulisme, penyakit Pink Eye, penyakit Johne’ Disaese, penyakit Salmonellosis, penyakit Radang Paha, penyakit Radang Kuku dan penyakit Vibriosis/Campylobacteriosis dan lain sebagainya, penyakit tersebut di sebabkan oleh berbagai penyebab seperti di sebabkan bakteri, , jamur dan di sebabkan oleh virus dan lainnya (Imam 2011).

      2.2. Sistem Pakar

      Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
      Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya (Kusumadewi, 2003).


      2.4. Logika Fuzzy

      Logika fuzzy yang pertama kali diperkenalkan oleh Lotfi A. Zadeh, memiliki derajat keanggotaan dalam rentang 0(nol) hingga 1(satu), berbeda dengan logika digital yang hanya memiliki dua nilai yaitu 1(satu) atau 0(nol). Logika fuzzy digunakan untuk menerjemahkan suatu besaran yang diekspresikan menggunakan bahasa (linguistic), misalkan besaran kecepatan laju kendaraan yang diekspresikan dengan pelan, agak cepat, cepat dan sangat cepat. Secara umum dalam sistem logika fuzzy terdapat empat buah elemen dasar, yaitu:
      1. Basis kaidah (rule base), yang berisi aturan-aturan secara linguistik yang bersumber dari para pakar; 
      2. Suatu mekanisme pengambilan keputusan (inference engine), yang memperagakan bagaimana para pakar mengambil suatu keputusan dengan menerapkan pengetahuan (knowledge); 
      3. Proses fuzzifikasi (fuzzification), yang mengubah besaran tegas (crisp) ke besaran fuzzy; 
      4. Proses defuzzifikasi (defuzzification), yang mengubah besaran fuzzy hasil dari inference engine, menjadi besaran tegas (crisp).

      BAB III
      METODE PENELITIAN


      3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

      Penelitian di lakasanakan di Dinas Kelautan Perikanan Dan Peternakan Propinsi Bengkulu, penelitian  akan dilaksanakan sesudah seminar proposal.

      3.2. Metode Pengembangan Sistem

      Metode-metode rekayasa perangkat lunak memberikan teknik untuk membangun perangkat lunak. berkaitan dengan serangkaian tugas yang luas yang menyangkut analisis kebutuhan, kontruksi program, desain, pengujian, dan pemeliharaan (Rogers S. Presman:2002).
      Untuk menyelesaikan masalah didalam pengembangan perangkat lunak, penulis memilih menggunakan metode pengembangan sistem model sekuensial linier. Model ini sering juga disebut dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun.
      Model Sekuensial Linier

      3.2.1. Analisis

      Data yang dibutuhkan dalam analisis ini adalah gejala, penyakit, dan solusi.
      Cara pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:
      a. Observasi, yaitu memperoleh data dengan melakukan pengamatan langsung pada Dinas     Kelautan Perikanan Dan Peternakan Propinsi Bengkulu.
      b. Wawancara, yaitu pengumpulan data dengan melakukan wawacara langsung kepada Kepala Dinas Kelautan Perikanan Dan Peternakan Propinsi Bengkulu mengenai pemeliharan dan penanganan penyakit sapi.
      c. Studi Pustaka, yaitu membaca, mempelajari buku-buku literatur yang berhubungan dengan penelitian.
      Kebutuhan hardware dalam penelitian ini penulis menggunakan sebuah komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:
      a. Perangkat Hardware
      Satu Unit Noote Book Acer AMD
      b. Perangkat Software
      1) Sistem Operasi Windows XP Service Pack II
      2) Aplikasi Visual Basic 6.0
      3) Microsoft Office 2007
      3.2.2. Desain
      A. Flowchart Metode Economic Order Quantity (EOQ)
      Flowchart Metode EOQ


      B. Diagram Konteks
      Diagram konteks adalah gambaran umum mengenai proses yang terjadi dalam sistem. Diagram konteks terdiri dari entitas dan proses. Entitas merupakan unsur luar dari sistem yang mendapat dan memberi data ke sistem, sedangkan proses adalah kegiatan atau pengolahan data yang dijalankan di dalam sistem

      Diagram Konteks Sistem
      C. DFD Level 0

      DFD Level 0


      D. (ERD) Entity Relationship Diagram
      (ERD) Entity Relationship Diagram


      DAFTAR PUSTAKA


      Ardianto. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi: Penerbit Andi, Yogyakarta

      Durkin, J. (1994). Expert System Design and Development. London; Prentice hall international Edition. Inc

      Hardjono, Dhewiberta, 2006, Konsep Kecerdasan Buatan, CV Andi Offset, Yogyakarta, 235 halaman

      Haviluddin. 2009. Memahami Penggunaan Diagram Arus Data. Jurnal Informatika Mulawarman Vol.04 September 2009. Program Studi Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Mulawarman.

      Imam, (2011). Analisis dan Design: Yogyakarta: andi

      Kusumadewi, (2003), Artificial intelegfence teknik dan aplikasinya. Yogyakarta : Grahailmu

      Octafian, D. Tri. 2011. Desain Database Sistem Informasi Penjualan Barang (Studi Kasus : Minimarket Grace Palembang). Jurnal Teknologi dan Informatika (Teknomatika) Vol.1 No.2 Mei 2011.

      Pressman, Roger S. 1997. Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi Buku 1, Andi Offset, Yogyakarta

      Suryadi 2014, Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi  Menggunakan Visual Basic 6.0. Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu.

      Turban. 1995 Ananlisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

      T. Sutojo dkk, (2011), Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi Menggunakan Visual Basic 6.0. Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu, 64 Halaman

      Wahyu Ardianto, dkk 2012 Pembuatan Sistem Pakar Untuk Pendeteksian dan Penanganan Dini  Pada Penyakit Sapi Berbasis Mobile Android Dengan Kajian Kinerja Teknik Knowledge Representation 



      Kamis, 24 Maret 2016

      Contoh Skripsi Teknik Informatika S1

      Contoh Skripsi Teknik Informatika S1 - S1 adalah jenjang pendidikan tingkat atas. Dapat dinyatakan sarjana seorang mahasiswa apabila dia telah menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) dan mendapatkan nilai diatas C (cukup) dan telah di wisudahkan oleh pihak kampus, kemudian mendapatkan ijazah sarjana. Sebelum itu mahasiswa tersebut belum dinyatakan sarjana.
      Contoh Skripsi Teknik Informatika S1
      Contoh Skripsi Teknik Informatika S1

      Pada artikel kali ini, ada sedikit oleh-oleh dari penulis yakni contoh skripsi Teknik Informatika S1. Hal ini sangat penting untuk melewati tahapan untuk mendapatkan gelar sarjana S. Kom (Sarjana Komputer), kenapa penting, karena dengan belum menyelesaikan tugas akhir maka seorang mahasiswa belum bisah melanjutkan ke tahapan selanjutnya hingga wisudah.

      Berikut adalah contoh skripsi BAB I yang berjudul sistem pakar diagnosa penyakit sapi menggunakan logika fuzzy:

      Contoh Skripsi Teknik Informatika S1


      SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SAPI MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY


      BAB I
      PENDAHULUAN

      1.1. Latar Belakang
      Perkembangan teknologi informasi sekarang ini berjalan sangat cepat dan memegang peranan penting dalam berbagai hal. Kemampuan komputer dalam mengingat dan menyimpan informasi dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada hambatan-hambatan seperti yang dimiliki pada manusia, misalnya saja kondisi lapar, haus ataupun emosi. Dengan menyimpan informasi dan sehimpunan aturan penalaran yang memadai memungkinkan komputer memberikan kesimpulan atau mengambil keputusan yang kualitasnya sama dangan kemampuan seorang pakar bidang keilmuan tertentu. Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition dan psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya (performance) (Kusumadewi, 2003).
      Menurut Suryadi 2014, penyakit sapi terdiri dari beberapa macam penyakit yang diderita seperti penyakit Radang Limpa (Antrak), penyakit Brucellosis, penyakit Ngorok (Septichaemia Epizootica/SE), penyakit Radang Ambing, Tuberkulosis (TBC), penyakit Botulisme, penyakit Pink Eye, penyakit Johne’ Disaese, penyakit Salmonellosis, penyakit Radang Paha, penyakit Radang Kuku dan penyakit Vibriosis/Campylobacteriosis dan lain sebagainya, penyakit tersebut di sebabkan oleh berbagai penyebab seperti di sebabkan bakteri, jamur dan di sebabkan oleh virus dan lainnya.
      Logika fuzzy adalah metodologi sistem control pemecahan masalah, yang cocok untuk diimplementasikan pada sistem, mulai dari sistem yang sederhana, sistem kecil, embedded system, jaringan PC, multi-channel atau workstation berbasis akuisisi data, dan sistem kontrol (T. Sutojo, Edy Mulyanto, Vinchent, 2011: 211). 
      Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin merancang sistem dengan judul “Sistem Pakar Penyakit Sapi Menggunakan Logika Fuzzy Tsukamoto”, yang nantinya dapat menentukan penyakit sapi sekaligus memberikan solusi berdasarkan gejala yang ada.
       

      1.2. Rumusan Masalah
      Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan logika fuzzy tsukamoto untuk membantu pengambilan keputusan pada diagnose penyakit sapi.

      1.3. Batasan Masalah
      Batasan masalah yang diambil secara umum dalam pembahasan ini adalah:
      1. Sesuai sampel data penyakit hewan sapi adalah masalah yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus.
      2. Metode yang di gunakan adalah metode Tsukamoto 

      1.4. Tujuan Penelitian
      Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan fuzzy tsukammoto.

      1.5 Manfaat Penelitian
      Manfaat penelitian ini adalah: sebagai alat bantu dalam menentukan tindakan pencegahan terhadap masalah yang menyerang hewan sapi menggunakan metode Tsukamoto. 

      Popular Posts