Tampilkan postingan dengan label Pembuatan Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembuatan Skripsi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2016

SISTEM PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES

SISTEM PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES (STUDI KASUS PUSKESMAS TALANG TINGGI SELUMA)


Pada Skripsi ini dibahas mengenai prediksi persediaan obat menggunakan metode naive bayes pada puskesmas Talang Tinggi Seluma.
Jika anda ingin skripsi lengkapnya, anda dapat menghubungi pengulis di fb: mesa bkl,
Berikut skripsinya

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Puskesmas adalah sebuah unit pelayanan kesehatan yang bergerak dibidang jasa dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sistem pencatatan persediaan obat yang digunakan saat ini masih mengunakan cara manual baik dalam penyediaan maupun pengeluaran obat tersebut, tentu saja hal ini kurang efisien.
Algoritma Naive Bayes Classifiers merupakan salah satu algoritma yang terdapat pada teknik klasifikasi. Naive Bayes merupakan pengklasifikasian dengan metode probabilitas dan statistik yang dikemukan oleh ilmuwan Inggris Thomas Bayes, yaitu memprediksi peluang di masa depan berdasarkan pengalaman dimasa sebelumnya sehingga dikenal sebagai Teorema Bayes. Teorema tersebut dikombinasikan dengan Naive dimana diasumsikan kondisi antar atribut saling bebas. (Bustami, 2014)
Puskesmas Talang Tinggi Seluma belum dapat memprediksi kebutuhan persediaan obat
berdasarkan data obat yang di perlukan, ini disebabkan sistem pemesanan masih bersifat manual, yang mana pengecekan data persediaan obat satu persatu dan kemudian direkap kedalam buku lalu dipindahkan kedalam Laporan Permohonan Obat (LPO) dan diajukan ke Gudang Farmasi Kabupaten Seluma.
Dengan mengecek data persediaan obat satu persatu, hal ini dapat menyebabkan kekeliruan, dikarenakan pada ruang apotik puskesmas terdapat 200 jenis obat, sedangkan pada setiap jenis obat terdapat berbagai macam obat. Kekeliruan penghitungan obat akan berdampak pada keberlebihan obat, sedangkan obat yang berlebih akan menumpuk dan lama kelamaan akan kadaluarsa dan tidak dapat lagi digunakan dan dibakar.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul pada skripsi ini yang berjudul: “Sistem Persediaan Obat Pada Puskesmas Menggunakan Metode Naïve Bayes (Studi Kasus Puskesmas Talang Tinggi Seluma)”, Sehingga dengan sistem ini diharapkan dapat memprediksi persediaan obat yang harus dipasok sebelum obat itu habis, sistem persediaan obat nantinya akan di olah menggunakan metode Naïve Bayes.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, Bagaimana membuat aplikasi sistem persediaan obat yang terorganisir dan mudah digunakan?

1.3. Batasan Masalah
Karena keterbatasan waktu, maka ruang lingkup permasalahan dalam merancang perangkat lunak ini antara lain:
  1. Implementasikan metode Naïve Bayes Classifiers Untuk Sistem Persediaan Obat,
  2. Penelitian dilakukan di Puskesmas Talang Tinggi Seluma, jalan Mayjen Sutoyo Km. 49 Desa Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat 38883.
  3. Adapun jenis data yang akan diolah adalah data persediaan obat.

1.4. Tujuan Penelitian
  1. Untuk membuat sebuah aplikasi yang membantu dalam Sistem prediksi persediaan obat,
  2. Untuk Mengontrol setiap laporan data persediaan obat agar tidak terjadi kekeliruan dalam pendataan laporan,
  3. Untuk Mempermudah dalam membuat rekap data data persediaan obat

1.5. Manfaat Penelitian
  1. Dengan adanya sistem persediaan obatini, dapat membantu dalam kinerja dalam melakukan pelaporan, pengecekan dan penyimpanan data,
  2. Dapat menghemat waktu dalam pengerjaan data-data yang berhubungan dengan persediaan obat, dapat membantu dalam keakuratan data yang disampaikan, data yang penting tidak tercecer sebagaimana sebelumnya


BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Subjek Penelitian
Puskesmas Talang Tinggi dibangun pada tahun 1992 dan terletak di kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma tepatnya di Jalan Raya Bengkulu Tais KM 49. Batas-batas wilayah Puskesmas Talang Tinggi:
  1. Sebelah Timur berbatasan dengan PT Agri Andalas
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Tais
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan perbukitan Bukit Barisan
  4. Sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah Kerja Puskesmas Tumbu‟an
Luas wilayah Puskesmas Talang Tinggi adalah 10.245 KM2 meliputi 9 (sembilan) desa dan terdiri 9 (sembilan) posyandu, dan 9 (sembilan) desa terdapat 4 (empat) desa terletak di daerah terpencil, yaitu Purbosari, Talang Perapat, Tanjung Agung dan Lubuk Lagan, sedangkan 5 (lima) desa lagi terletak di desa biasa, yaitu: Talang Tinggi, Pagar Agung, Lunjuk dan Air Latak, dan tambahan satu desa pemekaran yaitu Desa Sengkuang Jaya, rata-rata tempuh menuju ke Puskesmas dengan jarak terdekat yaitu ± 15 menit sedangkan jarak terjauh yaitu ± ½ (setengah) jam. Jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Talang Tinggi yaitu 9.388 jiwa dengan penduduk miskin yaitu ± 4.489 jiwa.
Mata pencaharian penduduk di wilayah kerja Puskesmas Talang Tinggi yaitu sebagian besar petani, terutama petani karet, sawit dan petani padi, sedangkan sebagian kecil adalah di sector buruh, jasa dan Pegawai Negeri Sipil.
3.1.1. Tempat dan Waktu
Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Talang Tinggi, Jalan Mayjen Sutoyo KM. 49 38883 Desa Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dimulai dari Juni sampai dengan September 2016.
3.1.2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi perusahaan dapat diartikan sebagai mekanismemekanisme formal dengan organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan pola tetap yang saling berhubung diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian, posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas serta tanggung jawab yang berbeda dalam organisasi. Berdasarkan organisasi secara keseluruhan dan satuan kerjanya akan mempengaruhi struktur sosial. Struktur organisasi Puskesmas Talang Tinggi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
SISTEM PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES
Struktur Organisasi



3.2. Metode Penelitian
Dalam melakukan peranelitian ini, mengunakan metode pengembangan sistem yang mana tahapan dalam pengembangan sistem terdiri dari enam tahapan yaitu;
  1. Survey, bertujuan mengetahui ruang lingkup pekerjaan
  2. Analisis data, bertujuan untuk memahami sistem yang ada mengidentifikasi masalah dan
  3. cara solusinya.
  4. Desain, bertujuan untuk mendesain sestem baru yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi.
  5. Pembuatan, membuat sistem yang sudah didesain atau menyiapkan semua yang dibutuhkan sparti perangkat keras dan perangkat lunaknya. 
  6. Implementasi, bertujuan untuk mengimplementasikan sistem yang baru.
  7. Pemeliharaan, bertujuan agar sistem dapat berjalan secara optimal.

3.3. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Studi Pustaka (Library Research)
Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan peninjauan terhadap buku-buku, referensi, dan sumber data yang lainnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, yaitu masalah penerapan Algoritma Naive Bayes Classifiers dalam memprediksi persediaan obat pada Puskesmas Talang Tinggi Seluma dan mendapatkan landasan teori dalam penelitian yang kemudian dijadikan sebagai patokan dalam menarik suatu kesimpulan.
b. Study Lapangan (Field Research)
Metode ini dilakukan dengan cara mangadakan hubungan langsung terhadap objek yang diteliti, ditempu dalam penelitian ini adalah:
1. Wawancara, yaitu mengumpulkan data dengan cara tanya jawab kepada pihak apoteker Puskesmas Talang Tinggi Seluma.
2. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan langsung pada kegiatan yang dilakukan Puskesmas Talang Tinggi Seluma.
3. Dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dari dokumentasi, atau catatan-catatan yang ada pada Puskesmas Talang Tinggi Seluma.
3.4. Software Dan Hardware
Adapun Software dan Hardware yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Software
Adapun Software yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Sisitem operasi Windows XP Service Pack II
2. Aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0
b. Hardware
Adapun hardware yang dibutukan pada penelitian ini adalah:
1. Satu Unit Laptop Asus
a. Prosessor Intel Pentium Core i7
b. Memori 4 GB
c. Hardisk 512 GB
2. Optical Mouse
3. Printer Canon IP2700
3.5. Metode Perancangan Sistem
3.5.1. Analisa Sistem Aktual
Sebelum melakukan pengembangan terhadap suatu sistem, telebih dahulu penulis menganalisa sistem yang dipakai pada puskesmas Talang Tinggi Seluma, dalam proses prediksi persediaan obat, hal ini belum dilakukan.


3.5.2. Analisa Sistem Baru
Dalam penelitian ini penulis akan membuat suatu aplikasi sebagai media untuk memprediksi perdeiaan obat. 
SISTEM PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES
Diagram Konteks

B. Data Flow Diagram Level 0
SISTEM PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES
Gambar 3.3. Data Flow Diagram Level0
C. ERD (Entity Relationship Diagram)

SISTEM PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES
Gambar 3.4. Diagram ERD

Jumat, 20 Mei 2016

Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP

Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP - Pada arkitel kali ini, penulis bermaksud ingin membagikan hasil karya, artikel ini dibuat berdasarkan skripsi mahasiswa yang penulis buat, dan syukurlah sudah wisudah di bulan 3 - 2016 kemarin, di salah satu universitas di Bengkulu.

Adapun judul dari skripsi yang penulis garap kemarin berjudul "

KOMBINASI METODE FUZZY C-MEANS CLUSTERING DAN METODE AHP (ANALYTIC HIERARCHY PROCESS) UNTUK PEMILIHAN CALON PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

Program apklikasi ini di buat menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0, dan laporan di buat menggunakan Cristal Refort 8.5. 

Adapun Abstrak dari skripsi pada artikel ini adalah sebagai berikut:

Tempat dan waktu penelitian dilakukan Kelurahan Pasar Baru Kota Bengkulu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fuzzy c-means clustering dan metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Permasalahan yang akan diselesaikan yaitu bagaimana merancang sebuah sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode kombinasi Fuzzy C-Means (FCM) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Pemilihan Calon Penyelenggara Pemilihan Umum.
Dari pembahasan didapat kesimpulan bahwa kombinasi Metode Fuzzy C-Means Clustering Dan Metode Ahp (Analytic Hierarchy Process) untuk pemilihan calon penyelenggara pemilihan umum yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, dapat menjadi solusi alternatif dalam membantu proses pemilihan calon penyelenggara pemilihan umum, sehingga proses pemilihan calon penyelenggara pemilihan umum yang di inginkan lebih mudah.

Place and research time done/conducted by Sub-District Of New Market of Town of Bengkulu, method which is used in this research is method of fuzzy clustering c-means and method of AHP (Analytic Hierarchy Process). Problems to be finished by that is how designing a system supporter of decision by using combination method of Fuzzy C-Means (FCM) and of Analytic Hierarchy Process (AHP) for the Election of Candidate Organizer of General Election.
From solution got by conclusion that Method combination of Fuzzy C-Means Clustering And Method of AHP (Analytic Hierarchy Process) for the election of candidate organizer of woke up general election use Language of program Visual of Basic 6.0, can become alternative solution in assisting process election of candidate organizer of general election, so that process election of candidate organizer of general election which in wishing is easier.

Hasil dan Pembahasan pada BAB IV pada skripsi ini adalah sebagai berikut:

Tampilan Menu Utama
Pada Menu ini terdapat tombol data calon, tombol data syarat, tombol proses C-Means, tombol proses AHP, tombol hasil seleksi, tombol daftar calon dan tombol keluar.Adapun bentuk dari tampilan menu utama dapat terlihat pada gambar ini:
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Tampilan Menu Utama

Tampilan Menu Input Data Calon
Menu input data calon berfungsi untuk menambahkan data calon calon dengan menginputkan kode calon, nama dan lainnya, apabila telah selesai di inputkan maka dilanjutkan dengan mengkilk tombol simpan untuk menyimpan data ke dalam database, sedangkan untuk merubah/ mengoreksi data, dengan cara memilik data calon berdasarkan kode calon lalu merubah data yang diinginkan, selanjutnya mengklik tombol koreksi. Untuk menghapus data dengan cara memilih data calon berdasarkan kode calon dan kemudian mengklik tombol hapus. Dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Input Data Calon
Tampilan Menu Input Data Syarat
Menu input data syarat berfungsi untuk menginputkan syarat menjadi calon penyelenggara pemilihan umum dengan memilih tombol tambah untuk menambah data dan akan tersimpan kedalam database. tombol koreksi untuk mengubah data yang telah di inputkan maka pilih koreksi dan tombol hapus untuk mengahapus data yang telah tersimpan, Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Input Data Syarat
Tampilan Menu Proses C-Means
Menu ini berfungsi untuk melakukan proses pengelompokan data calon penyelenggara pemilihan umum menggunakan fuzzy c-means. Pada menu ini terdapat 7 calon penyelenggara pemilihan umum yang telah di inputkan melalui input data calon penyelenggara pemilihan umum untuk di seleksi dan terdapat empat kriteria sebagai penyeleksi data calon penyelenggara pemilihan umum. Adapun kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Pendidikan Akhir (K1)
  2. Pengalaman (K2)
  3. Kesehatan (K3)
  4. Nilai Test (K4)
Adapun prosedur pengelompokan data berdasarkan keempat kriteria diatas adalah sebagai berikut:
  1. Jika Pendidikan Akhir = SLTA, maka target pengelompokan Pendidikan Akhir = SLTA dan D3 dan S1 dan S2 dan S3
  2. Jika Pendidikan Akhir = D3, maka target pengelompokan Pendidikan Akhir = D3 dan S1 dan S2 dan S3
  3. Jika Pendidikan Akhir = S1, maka target pengelompokan Pendidikan Akhir = S1 dan S2 dan S3
  4. Jika Pendidikan Akhir = S2, maka target pengelompokan Pendidikan Akhir = S2 Dan S3
  5. Jika Pendidikan Akhir = S3, maka target pengelompokan Pendidikan Akhir = S3
  6. Jika Pengalaman = Ada, maka target pengelompokan Pengalaman = Ada
  7. Jika Pengalaman = Tidak Ada, maka target pengelompokan Pengalaman = Tidak Ada dan Ada
  8. Jika Kesehatan = Kurang, maka target pengelompokan Kesehatan = Kurang dan Cukup dan Baik
  9. Jika Kesehatan = Cukup, maka target pengelompokan Kesehatan = Cukup dan Baik
  10. Jika Kesehatan = Baik, maka target pengelompokan Kesehatan = Baik
  11. Jika Nilai Test = 50, maka target pengelompokan Nilai Test = 50 sampai dengan 100
  12. Jika Nilai Test = 55, maka target pengelompokan Nilai Test = 55 sampai dengan 100
  13. Jika Nilai Test = 60, maka target pengelompokan Nilai Test = 60 sampai dengan 100
  14. Jika Nilai Test = 65, maka target pengelompokan Nilai Test = 65 sampai dengan 100
  15. Jika Nilai Test = 70, maka target pengelompokan Nilai Test = 70 sampai dengan 100
  16. Jika Nilai Test = 75, maka target pengelompokan Nilai Test = 75 sampai dengan 100
  17. Jika Nilai Test = 80, maka target pengelompokan Nilai Test = 80 sampai dengan 100
  18. Jika Nilai Test = 85, maka target pengelompokan Nilai Test = 85 sampai dengan 100
  19. Jika Nilai Test = 90, maka target pengelompokan Nilai Test = 90 sampai dengan 100
Adapun bentuk dari tampilan menu proses menggunakan fuzzy c-means dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Proses C-Means

Tampilan Menu Proses AHP
Menu ini berfungsi untuk melakukan proses seleksi data calon penyelenggara pemilihan umum. Data yang di seleksi adalah data yang telah dikelompokkan dengan menggunakan metode fuzzy C-Mean pada menu proses C-Means. Nilai bobot pada setiap kriteria ditentukan oleh admin. Adapun kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan Akhir (K1)
b. Pengalaman (K2)
c. Kesehatan (K3)
d. Nilai Test (K4)
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Proses AHP



Tampilan Laporan Hasil Seleksi
Laporan ini merupakan laporan hasil seleksi data calon penyelenggara pemilihan umum yang telah dilakukan menggunakan metode AHP, terdapat dua calon penyelenggara yang layak menjadi penyelenggara pemilihan umum dan dua calon penyelenggara yang tidak layak menjadi penyelenggara pemilihan umum, dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Hasil Seleksi


Tampilan Laporan Daftar Calon
Laporan daftar calon merupakan laporan keseluruhan calon pengikut seleksi calon penyelenggara pemilihan umum, dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP
Daftar Calon
Demikianlah artikel Contoh Skripsi Fuzzy C-Means Dan Metode AHP ini, penulis rasa pembaca suda paham apa isi dan tujuan dari judul skripsi pada artikel ini, barangkali ada yang ingin aplikasi atau skripsi dari artikel ini secara lengkap dan siap pakai, pembaca dapat mendownloadnya dari link dibawah ini:

Skripsi Full : Dropbox   Ziddu
Program Aplikasi VB 6.0 : Dropbox    Ziddu

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih telah berkunjung di blog ini

Selasa, 05 April 2016

Full Skripsi Teknik Informatika Sistem Pakar Tingkat Kemiskinan Forward Chaining

Sistem Pakar Untuk Menentukan Tingkat Kemiskinan Dalam Masyarakat Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Desa Pering Baru Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma)

Oleh:
Alias Syukurjo Ependi 1)
Sastia H. Wibowo, M. Kom 2)
Rozali Toyib, M. Kom 3)

Pelaksanaannya banyak salah sasaran bahkan kekurangan data dan Kriteria orang yang dikatakan miskin, bahkan banyak bantuan diterima oleh orang yang tidak layak menerimanya. Untuk menghindari terjadinya salah sasaran dalam penyaluran bantuan untuk orang miskin, Untuk memudahkan dalam penentuan kategori orang/masyarakat miskin. Dari 8 responden yang melakukan pengujian terhadap aplikasi sistem pakar ini, 60% menyatakan baik, 37% menyatakan cukup, dan 25% menyatakan kurang baik. Kelebihan sistem pakar ini dapat menghemat waktu, proses penentuan yang lebih objektif dan lebih efisien dalam pekerjaan, kebenarannya tidak bernilai 100% benar dan tidak mempertimbangkan secara rasional dalam keputusannya.

Kata Kunci: Sistem Pakar, Tingkat Kemiskinan, Forward Chaining


Full Skripsi Teknik Informatika Sistem Pakar Tingkat Kemiskinan Forward Chaining
Full Skripsi Teknik Informatika Sistem Pakar Tingkat Kemiskinan Forward Chaining

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KEMISKINAN DALAM MASYARAKAT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING (STUDI KASUS DESA PERING BARU KECAMATAN 
TALO KECIL KABUPATEN SELUMA)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Krisis ekonomi yang berkepanjangan dan stabilitas politik yang tidak menentu menyebabkan pertumbuhan ekonomi melemah, meningkatnya jumlah penganguran, dan melemahnya tingkat pendidikan, serta lambatnya pembangunan daerah, permasalahan kemiskinan adalah salah satu target penting bagi pembangunan di Indonesia, karena angka kemiskinan dapat bertambah dengan adanya krisis ekonomi akibat naiknya angka pengangguran. Untuk mengurangi dampak krisis ekonomi ini, banyak skali program pemerintah untuk iitu seperti raskin, BLT, BPJS dan lain yang disalurkan buat Kecamatan, Kelurahan dan Desa, didalam pelaksanaannya banyak salah sasaran bahkan kekurangan data dan Kriteria orang yang dikatakan miskin, bahkan banyak bantuan diterima oleh orang yang tidak layak menerimanya.
Permasalahannya dalam menentukan kriteria yang berhak menerimah bantuan dari pemerintah tidak jelas, dikarenakan belum adanya aplikasi yang dapat membantu untuk menentukan orang yang dikatakan miskin yang selama ini hanya berdasarkan data yang tidak jelas kebenaranya, hanya berdasarkan info dari orang-orang tertentu, hal ini dianggap kurang efektiif dan efisien waktu dan dapat menyebabkan kekeliruan pada saat penyaluran bantuan dari pemerintah.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan Suryadi menyebutkan tingkat keberhasilan sistem dalam mendiagnosa penyakit pada sapi menggunakan metode forward chaining, sehingga perlu dibuat tolak ukur untuk mendiagnosa penyakit sapi dengan menggunakan metode forward chaining. Penelitian ini akan melakukan mendiagnosa penyakit pada sapi Menggunakan Metode Forward Chaining berdasarkan tingkat kepastian yang muncul pada gejala, pada kaidah diagnosa dan pada hasil diagnosa. Hasil diagnosa dari sistem ditunjukkan dengan tingkat kepastiannya disajikan bersamaan dengan saran penyelesaian berdasarkan hasil diagnosa dengan menggunakan metode forward chaining. (Suryadi, 2014; 64).
Desa Pering Baru merupakan sala satu Desa yang berada di Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang terdiri dari lebih kurang 900 kepala keluarga dan di kepala desai oleh Bapak Raples dan Seketaris Desa Kayum. Desa Pering Baru memiliki aneka ragam pekerjaan, mulai dari guru, karyawan, pedagang, dan petani, dengan aneka ragam pekerjaan tersebut, maka pastinya beraneka ragam pula tingkat penghasilan masyarakat Desa Pering Baru. Desa Pering Baru terletak diantara desa Ujung Padang dengan PTPN 7, dan lebih kurang 15 KM dari permukaan laut. Lokasi Desa Pering Baru merupakan desa yang datar dan memiliki luas lebih kurang 10 HA. Berdasarkan hasil interview peneliti kepada bapak kepala desa Pering Baru, persentase pekerjaan masyarakan desa Pering Baru adalah pegawai ± 30 %, Pedagang ± 5 %, Petani ± 65 %.
Berdasarkan hasil dan pemaparan di atas, penulis bermaksud ingin meneliti bagaimana menentukan tingkat kemiskinan dengan menggunakan metode forward chaining, dengan judul “Sistem Pakar Untuk Menentukan Tingkat Kemiskinan Dalam Masyarakat Menggunakan Metode Forward Chaining (Studi Kasus Desa Pering Baru Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma)”

1.1. Rumusan Masalah

Bagaimana membuat aplikasi system pakar yang memudahkan dalam penentuan orang/masyarakat yang termasuk kategori miskin dengan metode forward chaining?

1.2. Batasan Masalah

Agar pembahasan tidak menyimpang dari tujuan dan lebih terarah, maka pembahasan hanya dibatasi pada:
1. Menggunakan metode pendekatan Fordward Chaining.
2. Membuat aplikasi sistem pakar untuk menentukan tingkat kemiskinan. 

1.5. Manfaat penelitian

1. Bagi Penulis
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan di bidang Informasi serta menciptakan aplikasi baru yang nantinya dapat berguna bagi Perangkat Desa.
2. Bagi Perangkat Desa
Dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah untuk mengetahui tingkat kemiskinan dan dapat menyalurkan bantuan pemerintah kepada orang yang tepat.
3. Bagi Pembaca
Menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu komputer  dan menambah pengetahuan dalam mengembangkan sistem komputer sebagai alat bantu dalam ilmu pengetahuan, serta sebagai bahan bacaan untuk pembuatan laporan akhir selanjutnya.


    Untuk mendowload file lengkap dari skripsi ini SKRIPSI DARI BAB I SAMPAI KE BAB V DAN PROGRAM SKRIPSI, silakan klik link ini; DOWNLOAD

    Kamis, 31 Maret 2016

    Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi

    Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi

    Proses pembayaran biaya pemeriksaan pasien serta pembuatan struk pembayaran untuk pasien masih dilakukan secara manual, sehingga dapat menimbulkan terjadinya kesalahan perhitungan maupun kesalahan penulisan data. Keamanan data yang kurang terjamin juga merupakan permasalahan yang harus diperhatikan karena media kertas yang digunakan untuk penyimpanan data bersifat mudah rusak atau hilang. Data pasien juga disimpan dalam sebuah komputer dengan bentuk file Microsoft Excel, tetapi hal tersebut tidak efektif untuk membantu pengolahan data dikarenakan data yang disimpan hanya bersifat read only yaitu hanya digunakan untuk pemeriksaan data pasien ketika ada pasien yang datang berobat.
    Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi
    Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi

    Belum adanya sistem administrasi dengan database yang terintegrasi menyebabkan proses pembuatan laporan kunjungan pasien oleh bagian adminisrasi tetap dilakukan dengan cara mencatat ulang data pasien dan rekam medik pasien dari catatan daftar kunjungan pasien secara manual ke dalam sebuah lembar laporan. Bagian administrasi juga harus membuat laporan pembayaran yang juga dilakukan dengan cara mencatat ulang secara manual dari buku daftar pembayaran pasien. Proses ini dirasakan kurang efektif, dikarenakan petugas klinik seringkali mendapatkan hambatan pada saat pencarian data pasien ketika dibutuhkan apabila data pasien yang ada cukup banyak. 
    Untuk itu, penulis mengajukan sebuah topik penelitian dengan judul “Aplikasi Perangkat Lunak Administrasi Pasien Di Praktek Dokter Gigi Kalang Rafika Setra”. 

    Berikut contoh sistem pakar diagnosa penyakit gigi:

    APLIKASI PERANGKAT LUNAK ADMINISTRASI  PASIEN DI PRAKTEK DOKTER GIGI KALANG RAFIKA SETRA

    BAB I
    PENDAHULUAN


    1.1. Latar Belakang

    Perkembangan teknologi yang terus berlangsung telah membawa kita untuk hidup berdampingan dengan informasi dan teknologi itu sendiri. Banyak orang atau organisasi yang telah meninggalkan sistem informasi yang konvensional dan beralih ke sistem administrasi komputerisasi dalam proses pengolahan data, pencarian data dan informasi yang diinginkan.
    Dengan teknologi informasi yang berkembang saat ini, pengelolaan informasi dapat dilakukan secara lebih optimal dengan bantuan komputer, program-program aplikasi, perangkat komunikasi serta jaringan internet/intranet. Penggunaan teknologi informasi bertujuan mencapai efisiensi dalam berbagai aspek pengelolaan informasi, yang ditunjukkan dengan kecepatan dan ketepatan waktu pemrosesan, serta ketelitian dan keakuratan informasi.
    Dunia bisnis yang menggunakan manfaat teknologi sangat menunjang dalam memajukan usahanya. Dengan bantuan komputer yang mengelola sistem, maka instansi tersebut dapat meringankan tugas karyawannya dan dapat menyelesaikannya dalam waktu yang lebih cepat dan akurat.
    Hal serupa juga dapat terjadi dalam bidang kesehatan. Salah satunya yaitu dalam hal administrasi pasien di dalam sebuah praktek gigi. Praktek memiliki peranan penting sebagai salah satu penyedia jasa layanan kesehatan di lingkungan masyarakat, khususnya untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dengan diterapkannya proses administrasi pasien secara terkomputerisasi, maka pekerjaan-pekerjaan pengelolaan data dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
    Tingkat kunjungan pasien dalam periode 10 bulan terakhir mulai dari bulan Juni 2016 sampai dengan maret 2016 terdapat pada tabel 1.1 Proses pendaftaran pasien baru masih dilakukan secara manual yaitu dengan menulis data pasien baru ke dalam sebuah buku yang disebut daftar kunjungan pasien, kemudian membuat kartu berobat dan kartu rekam medik dengan menuliskannya pada selembar kertas yang dilakukan oleh petugas bagian administrasi klinik. Kartu berobat digunakan untuk melakukan pendaftaran berobat kembali ke klinik, sedangkan kartu rekam medis digunakan untuk pencatatan hasil pemeriksaan oleh dokter. Dokter akan menuliskan hasil pemeriksaan pada kartu rekam medis sebagai catatan riwayat pemeriksaan pasien.
    Proses pembayaran biaya pemeriksaan pasien serta pembuatan struk pembayaran untuk pasien masih dilakukan secara manual, sehingga dapat menimbulkan terjadinya kesalahan perhitungan maupun kesalahan penulisan data. Keamanan data yang kurang terjamin juga merupakan permasalahan yang harus diperhatikan karena media kertas yang digunakan untuk penyimpanan data bersifat mudah rusak atau hilang. Data pasien juga disimpan dalam sebuah komputer dengan bentuk file Microsoft Excel, tetapi hal tersebut tidak efektif untuk membantu pengolahan data dikarenakan data yang disimpan hanya bersifat read only yaitu hanya digunakan untuk pemeriksaan data pasien ketika ada pasien yang datang berobat.
    Belum adanya sistem administrasi dengan database yang terintegrasi menyebabkan proses pembuatan laporan kunjungan pasien oleh bagian adminisrasi tetap dilakukan dengan cara mencatat ulang data pasien dan rekam medik pasien dari catatan daftar kunjungan pasien secara manual ke dalam sebuah lembar laporan. Bagian administrasi juga harus membuat laporan pembayaran yang juga dilakukan dengan cara mencatat ulang secara manual dari buku daftar pembayaran pasien. Proses ini dirasakan kurang efektif, dikarenakan petugas klinik seringkali mendapatkan hambatan pada saat pencarian data pasien ketika dibutuhkan apabila data pasien yang ada cukup banyak.
    Untuk itu, penulis mengajukan sebuah topik penelitian dengan judul “Aplikasi Perangkat Lunak Administrasi Pasien Di Praktek Dokter Gigi Kalang Rafika Setra”. 

    1.2. Rumusan Masalah

    Dari uraian yang telah disampaikan pada latar belakang diatas, maka dapat diambil beberapa rumusan masalah, Bagaimana membuat aplikasi perangkat lunak administrasi pasien di Praktek Dokter Gigi Kalang Rafika Setra menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 ?

    1.3. Tujuan Penelitian

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat aplikasi perangkat lunak administrasi pasien di praktek dokter gigi Kalang Rafika Setra Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0.

    1.4. Manfaat Penelitian

    Adapun manfaat penelitian aplikasi perangkat lunak administrasi pasien di praktek dokter gigi Kalang Rafika Setra ini, yaitu :
    1.  Bagi Praktek Gigi Rafika Setra
    Untuk membantu dalam administrasi pasien dan dapat menyajikan informasi secara cepat, tepat dan akurat.
    2.  Bagi Pembaca
    Dapat digunakan untuk menambah ilmu pengetahuan dan sebagai bahan untuk pengembangan Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Teknik Informatika.

    3. Bagi Pasien

    Dengan adanya aplikasi ini, proses administrasi pasien di Praktek Dokter Gigi Kalang Rafika Setra dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.
    untuk bab selanjutnya baca trus artikel dari blog ini, nanti pasti di upload lagi ..... salam

    Selasa, 29 Maret 2016

    Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi

    Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi Menggunakan Logika Fuzzy - Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan SapiContoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi Menggunakan Logika Fuzzy.

    Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi
    Contoh Skripsi BAB I, BAB II, Dan BAB III Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi


    SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SAPI MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY


    PROPOSAL SKRIPSI






    Disusun Oleh:


    AHMAD ZIKRI
    NPM:1060100008






    PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
    FAKULTAS TEKNIK
    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
    2015




    BAB I
    PENDAHULUAN


    1.1. Latar Belakang

    Perkembangan teknologi informasi sekarang ini berjalan sangat cepat dan memegang peranan penting dalam berbagai hal. Kemampuan komputer dalam mengingat dan menyimpan informasi dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada hambatan-hambatan seperti yang dimiliki pada manusia, misalnya saja kondisi lapar, haus ataupun emosi. Dengan menyimpan informasi dan sehimpunan aturan penalaran yang memadai memungkinkan komputer memberikan kesimpulan atau mengambil keputusan yang kualitasnya sama dangan kemampuan seorang pakar bidang keilmuan tertentu.
    Sistem Pakar (Expert System) adalah program berbasis pengetahuan yang menyediakan solusi-solusi dengan kualitas pakar untuk problema-problema dalam suatu domain yang spesifik. Sistem pakar merupakan program computer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition dan psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru metodelogi dan kinerjanya (performance) (Kusumadewi, 2003).
    Menurut Suryadi 2014, penyakit sapi terdiri dari beberapa macam penyakit yang diderita seperti penyakit Radang Limpa (Antrak), penyakit Brucellosis, penyakit Ngorok (Septichaemia Epizootica/SE), penyakit Radang Ambing, Tuberkulosis (TBC), penyakit Botulisme, penyakit Pink Eye, penyakit Johne’ Disaese, penyakit Salmonellosis, penyakit Radang Paha, penyakit Radang Kuku dan penyakit Vibriosis/Campylobacteriosis dan lain sebagainya, penyakit tersebut di sebabkan oleh berbagai penyebab seperti di sebabkan bakteri, jamur dan di sebabkan oleh virus dan lainnya.
    Logika fuzzy adalah metodologi sistem control pemecahan masalah, yang cocok untuk diimplementasikan pada sistem, mulai dari sistem yang sederhana, sistem kecil, embedded system, jaringan PC, multi-channel atau workstation berbasis akuisisi data, dan sistem kontrol (T. Sutojo, Edy Mulyanto, Vinchent, 2011: 211).
    Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin merancang sistem dengan judul “Sistem Pakar Penyakit Sapi Menggunakan Logika Fuzzy Tsukamoto”, yang nantinya dapat menentukan penyakit sapi sekaligus memberikan solusi berdasarkan gejala yang ada.

    1.2. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan logika fuzzy tsukamoto untuk membantu pengambilan keputusan pada diagnose penyakit sapi.

    1.3. Batasan Masalah

    Batasan masalah yang diambil secara umum dalam pembahasan ini adalah:
    1. Sesuai sampel data penyakit hewan sapi adalah masalah yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus.
    2. Metode yang di gunakan adalah metode Tsukamoto 

    1.4. Tujuan Penelitian

    Tujuan penelitian ini adalah merancang aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan fuzzy tsukammoto.

    1.5 Manfaat Penelitian

    Manfaat penelitian ini adalah: sebagai alat bantu dalam menentukan tindakan pencegahan terhadap masalah yang menyerang hewan sapi menggunakan metode Tsukamoto.

    BAB II
    LANDASAN TEORI


    2.1. Penelitian Sebelumnya

    Deteksi dan penanganan dini pada penyakit sapi adalah hal penting untuk peningkatan produktivitas daging sapi. Ketergantungan akan keberadaan seorang dokter hewan sangatlah tinggi terutama bagi para peternak di desa. Namun, keberadaan seorang dokter hewan tidak selalu ada setiap saat atau susah ditemui terutama di daerah pedesaan. Maka, Pada tugas akhir sebelumnya mengenai pendeteksian dan penanganan dini pada penyakit sapi telah menghasilkan sebuah aplikasi berbasis desktop yang bertujuan untuk memudahkan para peternak sapi untuk  memanfaatkan keahlian seorang pakar dalam bentuk sebuah aplikasi (Wahyu Ardianto, dkk, 2012).
    Sampai saat ini sudah ada beberapa hasil perkembangan sistem pakar dalam berbagai bidang sesuai dengan kepakaran seseorang misalnya bidang pendidikan, kedokteran maupun bidang yang menyangkut penyakit khususnya sapi. Sapi merupakan salah satu ternak yang sering sakit yang beragam jenis penyakitnya, kiranya perlu adanya pembuatan sebuah “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi Menggunakan Menggunakan Visual Basic 6.0” dan memberikan bekal pengetahuan dan pembelajaran yang menyangkut penyakit yang di derita sapi dengan memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran (Suryadi 2014)
    Penyakit merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan infeksi bibit penyakit, kelainan genetik, trauma (terbentur, tergores, dan lain-lain), terpapar  bahan kimia atau radiasi. Setiap penyakit mempunyai gejala, sebagai contoh pada penyakit radang limpa, mempunyai gejala demam, gelisah, lemah, paha gemetar, nafsu makan hilang dan sering roboh. Menurut Suryadi 2014, penyakit sapi terdiri dari beberapa macam penyakit yang diderita seperti penyakit Radang Limpa (Antrak), penyakit Brucellosis, penyakit Ngorok (Septichaemia Epizootica/SE), penyakit Radang Ambing, Tuberkulosis (TBC), penyakit Botulisme, penyakit Pink Eye, penyakit Johne’ Disaese, penyakit Salmonellosis, penyakit Radang Paha, penyakit Radang Kuku dan penyakit Vibriosis/Campylobacteriosis dan lain sebagainya, penyakit tersebut di sebabkan oleh berbagai penyebab seperti di sebabkan bakteri, , jamur dan di sebabkan oleh virus dan lainnya (Imam 2011).

    2.2. Sistem Pakar

    Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.
    Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya (Kusumadewi, 2003).


    2.4. Logika Fuzzy

    Logika fuzzy yang pertama kali diperkenalkan oleh Lotfi A. Zadeh, memiliki derajat keanggotaan dalam rentang 0(nol) hingga 1(satu), berbeda dengan logika digital yang hanya memiliki dua nilai yaitu 1(satu) atau 0(nol). Logika fuzzy digunakan untuk menerjemahkan suatu besaran yang diekspresikan menggunakan bahasa (linguistic), misalkan besaran kecepatan laju kendaraan yang diekspresikan dengan pelan, agak cepat, cepat dan sangat cepat. Secara umum dalam sistem logika fuzzy terdapat empat buah elemen dasar, yaitu:
    1. Basis kaidah (rule base), yang berisi aturan-aturan secara linguistik yang bersumber dari para pakar; 
    2. Suatu mekanisme pengambilan keputusan (inference engine), yang memperagakan bagaimana para pakar mengambil suatu keputusan dengan menerapkan pengetahuan (knowledge); 
    3. Proses fuzzifikasi (fuzzification), yang mengubah besaran tegas (crisp) ke besaran fuzzy; 
    4. Proses defuzzifikasi (defuzzification), yang mengubah besaran fuzzy hasil dari inference engine, menjadi besaran tegas (crisp).

    BAB III
    METODE PENELITIAN


    3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

    Penelitian di lakasanakan di Dinas Kelautan Perikanan Dan Peternakan Propinsi Bengkulu, penelitian  akan dilaksanakan sesudah seminar proposal.

    3.2. Metode Pengembangan Sistem

    Metode-metode rekayasa perangkat lunak memberikan teknik untuk membangun perangkat lunak. berkaitan dengan serangkaian tugas yang luas yang menyangkut analisis kebutuhan, kontruksi program, desain, pengujian, dan pemeliharaan (Rogers S. Presman:2002).
    Untuk menyelesaikan masalah didalam pengembangan perangkat lunak, penulis memilih menggunakan metode pengembangan sistem model sekuensial linier. Model ini sering juga disebut dengan siklus kehidupan klasik atau model air terjun.
    Model Sekuensial Linier

    3.2.1. Analisis

    Data yang dibutuhkan dalam analisis ini adalah gejala, penyakit, dan solusi.
    Cara pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu:
    a. Observasi, yaitu memperoleh data dengan melakukan pengamatan langsung pada Dinas     Kelautan Perikanan Dan Peternakan Propinsi Bengkulu.
    b. Wawancara, yaitu pengumpulan data dengan melakukan wawacara langsung kepada Kepala Dinas Kelautan Perikanan Dan Peternakan Propinsi Bengkulu mengenai pemeliharan dan penanganan penyakit sapi.
    c. Studi Pustaka, yaitu membaca, mempelajari buku-buku literatur yang berhubungan dengan penelitian.
    Kebutuhan hardware dalam penelitian ini penulis menggunakan sebuah komputer dengan spesifikasi sebagai berikut:
    a. Perangkat Hardware
    Satu Unit Noote Book Acer AMD
    b. Perangkat Software
    1) Sistem Operasi Windows XP Service Pack II
    2) Aplikasi Visual Basic 6.0
    3) Microsoft Office 2007
    3.2.2. Desain
    A. Flowchart Metode Economic Order Quantity (EOQ)
    Flowchart Metode EOQ


    B. Diagram Konteks
    Diagram konteks adalah gambaran umum mengenai proses yang terjadi dalam sistem. Diagram konteks terdiri dari entitas dan proses. Entitas merupakan unsur luar dari sistem yang mendapat dan memberi data ke sistem, sedangkan proses adalah kegiatan atau pengolahan data yang dijalankan di dalam sistem

    Diagram Konteks Sistem
    C. DFD Level 0

    DFD Level 0


    D. (ERD) Entity Relationship Diagram
    (ERD) Entity Relationship Diagram


    DAFTAR PUSTAKA


    Ardianto. Sistem Pakar Teori dan Aplikasi: Penerbit Andi, Yogyakarta

    Durkin, J. (1994). Expert System Design and Development. London; Prentice hall international Edition. Inc

    Hardjono, Dhewiberta, 2006, Konsep Kecerdasan Buatan, CV Andi Offset, Yogyakarta, 235 halaman

    Haviluddin. 2009. Memahami Penggunaan Diagram Arus Data. Jurnal Informatika Mulawarman Vol.04 September 2009. Program Studi Ilmu Komputer, FMIPA Universitas Mulawarman.

    Imam, (2011). Analisis dan Design: Yogyakarta: andi

    Kusumadewi, (2003), Artificial intelegfence teknik dan aplikasinya. Yogyakarta : Grahailmu

    Octafian, D. Tri. 2011. Desain Database Sistem Informasi Penjualan Barang (Studi Kasus : Minimarket Grace Palembang). Jurnal Teknologi dan Informatika (Teknomatika) Vol.1 No.2 Mei 2011.

    Pressman, Roger S. 1997. Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi Buku 1, Andi Offset, Yogyakarta

    Suryadi 2014, Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi  Menggunakan Visual Basic 6.0. Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu.

    Turban. 1995 Ananlisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

    T. Sutojo dkk, (2011), Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi Menggunakan Visual Basic 6.0. Universitas Dehasen (UNIVED) Bengkulu, 64 Halaman

    Wahyu Ardianto, dkk 2012 Pembuatan Sistem Pakar Untuk Pendeteksian dan Penanganan Dini  Pada Penyakit Sapi Berbasis Mobile Android Dengan Kajian Kinerja Teknik Knowledge Representation 



    Kamis, 24 Maret 2016

    Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0

    Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0 - Berikut yakni Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0, ini penulis buat dikarnakan pada akhir proposal skripsi Teknik Informatika dibutuhkan suatu aplikasi sebagai penyelesaian skripsi, khususnya untuk pengolahan data, sistem informasi, game, sistem pakar dan banyak lagi lainnya.

    Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0
    Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0 

    Untuk Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0, pastikan terlebih dahulu aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0 anda sudah terinstal pada perangkat anda.

    Apabilah benar-benar aplikasi tersebut benar-benar sudah ada, mari kita lanjutkan;

    Pertama mari kita buka aplikasi Microsoft Visual Basic 6.0, pilih Stantard EXE, Lalu klik Open.

    Selanjutnya pada menu Add-Ins, lalu klik Visual Data Manager....

    Setelah itu maka akan keluar kotak dialog VisData, bentuknya seperti gambar dibawah ini:

    Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0
    VisData
    Jika sudah tampil seperti gambar diatas, lalu klik Menu File lalu klik New - Microsoft Access- Version 7.0 MDB, Setelah iti akan keluar dialog dimana kita akan menyimpan file database yang akan kita buat.
    Buatlah Folder Baru dengan nama PRAKTEK bentuknya seperti gambar dibawah ini;
    Buat Folder Baru
    Lalu klik ganda pada folder PRAKTEK dan kemudian pada kolom File name isikan "Database"
    Simpan Database
    Selanjutnya kita tinggal membuat tabelnya.
    Untuk membuat tabel klik kanan pada Properties lalu Klik New Tabel
    Buat Tabel Baru
    Pada kolom Tabel Name isi dengan BARANG, lalu klik Add Field
    Tambah Field
    Pada kolom Name: isikan KODE lalu klik OK.
    Penambahan field masukkan lagi NM_BRG klik lagi OK
    untuk penambahan field lagi masukkan lagi HRG_BRG klik lagi OK
    terakhir klik Close, kemudian klik Build the Table, Maka hasilnya seperti gambar dibawah ini:
    Tabel Barang
    Jika sudah sama persis dengan gambar diatas kita lanjutkan menyambungkannya dengan Visual Basic 6.0.
    Berikut ulasannya:

    Masih di VisData, klik menu Utility, lalu klik Data Form Designer
    Build The Table
    Pada gambar diatas pada kolom Form Name (w/o) Extension); diisi dengan nama BARANG, ini untuk nama form pada visual basic 6.0 nanti.
    Pada kolom RecordSource diisi dengan BARANG, ini adalah nama tabel yang telah kita buat sebagai databasenya nanti pada visual basic 6.0.
    Lalu klik lambang >> dan selanjutnya kita tinggal klik Build the Form,  jangan tutup dulu sampai kolom sebelah kanan kosong, setelah kolom kanan kosong klik Close, silakan tutup VisData dan kembali ke Visual Basic 6.0.

    Pada Visual Basic 6.0. anda lihat perubahannya. 
    Selanjutnya kita atur dulu Start Up pada Visual Basic 6.0, dengan cara klik kanan pada Project1 (Project1),  lalu pilih Project1 Properties..., lalu pada kolom Startup Object: pilih frmBarang, seperti gambar dibawah ini:
    Set Startup Object
    kemudian klik OK
    Untuk menjalankan aplikasi yang telah kita buat tekan F5 pada keyboard anda.
    Berikut hasilnya:

    Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0
    Hasil Cara Membuat Koneksi Database Dengan VB 6.0 

    Batas itu saja dulu penulis ucapakan selamat mencobah.... by



    Minggu, 20 Maret 2016

    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi

    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi - Daftar isi khususnya didalam karya ilmia seperti skripsi, haruslah tertata rapi, kalau tidak nantinya akan di suruh oleh dosen pembimbing untuk memperbaikinya.

    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi
    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi

    Daftar isi tidak hanya ada didalam skripsi, tetapi ada di setiap buku, baik buku tetang tutorial atau buku novel, dan banyak lagi jenis buku yang menggunakan daftar ini, tetapi kalau di koran nampaknya nggak pakai tu.

    Ok lansung saja....
    Pertama buka dulu aplikasi MS Word anda, kemudian;
    Ketikkan kata Halaman Judul , kemudian.. klik mistar atas pada angka 14 dan 15, selanjutnya, klik ganda pada mistar 14 sampai muncul kotak dialog Tabs, seperti gambar berikut:

    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi
    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi
    selanjutnya pada Aligment, pilih Right, pada Leader pilih 2 ..........
    kemudianklik Tombol Set, dan  terakhit klik Tombol OK.

    dengan mengklik tombol OK belum selesai juga kan... :D
    untuk membentuk titik-titik sama rata kanan, tinggal tekan tombol Tab pada keyboard anda, kemudian untuk Tab lagi tekan 1.

    Untuk penambahan kebawan anda tinggal Enter pada keyboard anda pada akhir kalimat. Begini hasilnya:

    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi
    Cara Membuat Daftar Isi Yang Tertata Rapi

    Selamat Mencobah....





    Kamis, 17 Maret 2016

    Contoh Skripsi Pembuatan Film Edukasi Menggunakan Macromedia Flash 8.0

    Contoh Skripsi Pembuatan Film Edukasi Menggunakan Macromedia Flash 8.0 - Berikut Contoh Skripsi Pembuatan Film Edukasi Menggunakan Macromedia Flash 8.0, anda dapat langsung mengcopynya gratis.
    Contoh Skripsi Pembuatan Film Edukasi Menggunakan Macromedia Flash 8.0


    PEMBUATAN FILM EDUKASI MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8.0 

    PROPOSAL LAPORAN TUGAS AKHIR




    Disusun Oleh:
    SUGIYATMI
    NPM: 11110013


    PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKAFAKULTAS ILMU KOMPUTERUNIVERSITAS DEHASEN (UNIVED) BENGKULU2014



    BAB IPENDAHULUAN


    1.1. Latar Belakang

    Seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini banyak perubahan-perubahan yang kita rasakan. Diantaranya, pemanfaatan komputer diberbagai bidang baik bidang pendidikan, kesehatan maupun dibidang informasi. Dengan keberadaan teknologi komputer membuat kegiatan atau aktivitas manusia dapat diselesaikan dengan cepat, tepat dan akurat.
    Lingkungan sosial memegang peranan penting terhadap kepribadian seseorang. Apalagi kalau tidak didukung oleh kemantapan dari kepribadian dasar yang terbentuk dalam keluarga. Keluarga sangat mempengaruhi kehidupan seseorang karena intensitas dan frekuensinya yang cenderung tetap dan rutin. Kesenjangan antara norma, ukuran, patokan dalam keluarga dengan lingkungannya perlu diperkecil agar tidak timbul keadaan timpang atau serba tidak menentu, suatu kondisi yang memudahkan munculnya perilaku tanpa kendali, yakni penyimpangan dari berbagai aturan yang ada. Kegoncangan memang mudah timbul karena kita berhadapan dengan berbagai perubahan yang ada dalam masyarakat. Dalam kenyataannya, pola kehidupan dalam keluarga dan masyarakat dewasa ini, jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan beberapa puluh tahun yang lalu. Terjadi berbagai pergeseran nilai dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Bertambahnya penduduk yang demikian pesat, khususnya di kota.
    Dengan menggunakan teknologi komputer, kita dapat membuat suatu media pembelajaran yang interaktif, film, animasi dan lain sebagainya sehingga dengan adanya teknologi komputer efektivitas dan efisiensi kegiatan proses pembuatan ide-ide baru dapat diciptakan termasuk film edukasi.
    Film merupakan salah satu alat yang ampuh di tangan orang yang mempergunakannya secara efektif untuk sesuatu maksud terutama terhadap masyarakat kebanyakan dan juga anak-anak yang memang lebih banyak menggunakan aspek emosinya dibanding aspek rasionalnya, dan langsung berbicara ke dalam hati sanubari penonton secara meyakinkan.
    Film juga sangat membantu dalam proses pembelajaran, apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja.
    Pada awalnya, film atau gambar hidup ini hanya berupa serangkaian gambar diam yang diletakkan rapat-rapat ditunjukkan berganti-ganti dengan kecepatan tinggi, orang yang melihatnya akan mengalami ilusi seolah-olah terdapat gerakan. Pada perkembangan selanjutnya, William Friese Greene dan Thomas Alva Edison menciptakan kamera pertama yang secara khusus didesain untuk merekam film gambar hidup (disebut kinetograph).
    Saat ini dengan berkembangnya teknologi, peralatan film sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tekhnologi perfilman yang serba digital, telah memberikan kemudahan kepada kita sebagai praktisi pendidikan, untuk meningkatkan dan mengembangkan pemanfaatan film-film pendidikan yang lebih kreatif dan inovatif.
    Dalam pembuatan film nimasi 2D banyak sekali software-software yang mendukung salah satunya adalah macromedia flash 8.0 yang mana software ini adalah program aplikasi yang khusus dalam pembuatan animasi.
    Dengan adanya program ini penulis ingin membuat Film Edukasi  sehingga dengan adanya film edukasi ini dapat memotivasi anak dalam belajar, berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis sangat tertarik untuk mengangkat judul “Pembuatan Film Edukasi Menggunakan Macromedia Flash 8.0”

    1.2. Rumusan Masalah

    Permasalahan yang diangkat penulis yaitu bagaimana membuat Film Edukasi sebagai media motivasi belajar anak menggunakan Macromedia Flash 8.0

    1.3. Batasan Masalah

    Dalam pembuatan  film edukasi ini penulis memberikan batasan-batasan masalah sebagai berikut:
    1. Hanya Membuat Film Edukasi dengan  judul “ Aku Sang Juara” pembuatannya menggunakan Macromedia Flash 8.0.
    2. Aplikasi ini dikhususkan bagi anak-anak.

    1.4. Tujuan Penelitian

    Untuk memenuhi salah satu syarat Program Diploma III Jurusan Menajemen Informatika pada Universitas Dehasen Bengkulu selain itu untuk mengetahui bagaimana membuat Film Edukasi menggunakan Macromedia Flash 8.0. 

    1.5. Manfaat Penelitian

    Manfaat dari penulisan Proposal Laporan Tugas Akhir ini adalah :
    a. Sebagai motivasi anak dalam belajar.
    b. Dapat menambah  ilmu pengetahuan tentang Pembuatan Film Edukasi.

    BAB III
    METODOLOGI PENELITIAN


    3.1. Subjek Penelitian

    3.1.1  Tempat dan waktu penelitian

    Penelitian ini bertempat di Taman Kanak (TK) Dharma Wanita Seluma yang berlamat di Jalan Raya Bengkulu Tais KM.27 Desa Siabun BP. II Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Waktu pra penelitian dimulai pada Bulan November 2013.

    3.1.2  Sejarah Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Seluma

    Pada tahun 1993 telah dilaksanakan musyawarah pendirian taman kanak-kanak Dharma Wanita Seluma. Rapat dihadiri Oleh Ketua Dharma Wanita dan anggota, pengurus PKK kecamatan Sukaraja, Pemilik Taman Kanak-kanak dan calon guru.
    Jumlah Musyawarah yang menghadiri pembukaan TK sebanyak 50 orang. Setelah mendengar masukan-masukan dari berbagai pihak, bahwa Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita disetujui untuk didirikan dan bertempat di Jalan Bengkulu Tais KM.27 Desa Siabun Bukit Peninjauan II Kecamatan Sukaaja Kabupaten Seluma.

    3.1.3 Struktur Organisasi Taman Kanak-kanak(TK) Dharma Wanita Seluma

    Susunan organisasi pada Taman kanak-kanak (TK) Dharma Wanita Seluma dalam dilihat pada lampiran.

    3.2. Metode Penelitian

    Merancang dan memproduksi sebuah film animasi dengan menggunakan teknik 2D Menggunakan Macromedia Flash 8.0.. Film Animasi Edukasi ini berisi tentang Seorang anak yang selalu belajar dari lingkungan  Dalam film animasi tersebut  diiringi music dan suara atau audio agar mempermudah dan memperjelas dalam memahami isi cerita serta menarik perhatian anak-anak..

    3.3. Metode Pengumpulan Data

    Untuk dapat menyusun proposal Laporan Tugas Akhir ini, maka perlu kegiatan mengumpulkan, menganalisis, ,buat ide, membuat cerita dan menerapkan gambar dalam bentuk animasi ke dalam computer yang dilakukan secara sistematis dan efisien untuk memecahkan persoalan, tentunya diperlukan data yang tepat dan akurat. Untuk itu di dalam melakukan proses pengumpulan data, ada beberapa metode yang diterapkan sebagai berikut :
    a) Metode Observasi
    Metode pengumpulan data yang dilakukan demgan cara pengamatan secara langsung terhadap metode pembelajaran tentang Pembuatan Film yang akan menjadi bahan data pada Laporan tugas akhir ini.
    b) Metode Kepustakaan
    Pada metode ini penulis melakukan pengumpulan data dengan cara membaca atau mengutip dari buku dan internet yang berhubungan dengan judul.

    3.4. Metode Perancangan Sistem

    3.4.1.  Rancangan Sistem Baru 

    Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan, penulis ingin mencoba membuat animasi tentang Film Edukasi Menggunakan Macromedia Flash.

    3.4.2.Rancangan Struktur Menu dan Sub Menu

    Pada rancangan struktur menu sub menu terdiri dari menu pembuka, menu utama, sub menu film edukasi serta Tombol keluar. 

    3.5. Software dan Hardware yang digunakan

    Adapun Software dan Hardware yang penulis gunakan dalam pembuatan film Edukasi ini adalah   Menggunakan Macromedia Flash adalah sebagai berikut:
    a. Software
    Spesifikasi Software yang penulis gunakan dalam perancangan pembuatan Film Edukasi menggunakan Macromedia Flash 8.0 adalah :
    1. Sistem operasi Windows XP
    2. Adobe Photoshop CS 2
    3. Macromedia Flash 8.0
    b. Hardware
    Spesifikasi Hardware yang penulis gunakan dalam perancangan pembuatan Film Edukasi menggunakan Macromedia Flash 8.0 adalah :
    1. Procesessor Intel pentium 4  2,66 GHz
    2. Motherboard 64 Mb VGA CARD GeForce2  Mx/Mx 400
    3. Harddisk Seagate Barracuda 80 GB 7200 RPM SATA
    4. Memory V-Gen DDR2 1GB PC 6400
    5. Monitor Samsung SyncMaster 591s 17”
    6. Keyboard
    7. Mouse Optic
    8. Speaker Aktif

    3.6. Tahapan-Tahapan pembuatan film edukasi ini

    3.6.1. Anlisa Kebutuhan Sistem
    Film animasi yang akan dibuat kiranya mampu
    a. Menanipilkan film animasi yang  sejalan ceritanya sesuai dengan storyboard
    b. Menampilkan background rumah, pohon, dari jalan sesuai seperti aslinya
    c. mwndengarkan suara dubber sesuai dengan gerak bibir tokoh yang berbicara.
    d. Menampilkan karakter yang yang cara berjalannya halus seperti aslinya
    e. Proses animasi dilakukan dengan teknik animasi 2D Hybrid Animation.
    f. Proses pembuatan objek didalam symbol yang bertype grafik,
    3.6.2.      Perancangan Sistem
    Perancangan pra produksi dalam pembuatan film animasi meliputi
    a.        Menentukan Ide
    Ide pembuatan film animasi ini muncul ketika melihat kenyataan bahwa masih kurangnya film edukasi local yang benar-benar bisa mendidik anak sesuai dengan karakter sehari-hari mereka, yang memanfaatkan lingkungan sebagai media belajar.
    b.        Tema
    Tema yang diambil pada film edukasi adalah "Sang Juara" adalah tentang pentingnya belajar memanfaatkan lingkungan di sekitar kita..
    c.         Logline
    Logline dari film edukas ini  adalah –“ Bagaimana jika seorang anak kecil anak yang selalu penasaran dengan lingkungan disekitarnya sehingga dia selalu ingin tahu jumlahnya dan ada kawannya yang selalu mendampingi kemanapun ia bermain”
    3.6.3.      Sinopsis
    Sitiopsis dari film edukasi" Aku Sang Juara” ini adalah:
    1.    Siapa tokoh utama dalam film itu?
    Jawab : Galang
    2.    Apakah yang diinginkan oleh tokoh utama?
    Jawab:Menjadi Juara di Kelasnya
    3.    Siapa atau Apa yang menghalamgi tokoh utama untuk mendapatkan keinginanya?
    Jawab :Temannya Febry                                                    
    4.    Bagaimana pada akhirnya tokoh utama berhasil mencapai apa yang, dicita­ citakan dengan cara yang luar biasa, menarik dan unik?      
    Jawab :
    Dia selalu ingin tau tentang apa yang ia lihat dan biasanya tokoh galang ini menyempatkan waktu untuk menghitung apa yang ia lihat.
    5.    Apa yang ingin Anda sampaikan dengan mengakhiri cerita tersebut
    Jawab :Bahwa belajar tidak harus menggunakan buku tetapi lingkungan sekitar juga bias dimanfaatkan.
    6.    Bagaimana anda mengisahkan cerita Anda?
    Jawab : dengan sudut pandang, orang ketiga. bantuan backround untuk menambahkan efek-efek yang dibutuhkan. dan mengambil lingkungan sekitarnya.
    7.    Bagaimana tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung lain mengalami perubahan dalam corita ini?
    Jawab :
    Galang akhirnya menjadi juara 1 dikelasnya berkat rasa ingin tahunya tentang lingkungan disekitarnya, setelah dia belajar disekolah apa yang dia lihat diluar sama dengan pelajaran yang diterimanya di sekolah sehingga galang tidak ada kesulitan dalam belajar, sedangkan teman-temanya kurang memperhatikan apa yang ada di lingkungan sekitarnya jadi mereka kesulitan dalam menrima pelajaran.

    Popular Posts